OUTBOUND SEKOLAH DASAR

OUTBOUND SEKOLAH DASAR

 

Outbound Sekolah Dasar, sampai enam adalah

Salah satu alasan utama mengapa anak sangat mengeluh kalau mereka disuruh berangkat ke sekolah adalah bosan. Setiap hari belajar di tempat yang sama dan menyimak materi yang disajikan dengan membosankan. Akhirnya, anak tidak jadi paham dengan materi yang diberikan, tapi mengantuk dan apa yang diberikan tidak bisa diserap.

               

Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membuat pembelajaran menjadi menarik. Misal tidak harus berada di dalam ruangan saja. Kadang bisa dilakukan di luar ruangan. Selanjutnya pendidikan juga tidak difokuskan pada materi saja, tapi juga karakter dari anak itu sendiri. Nah, untuk hal ini, outbound bisa dilakukan untuk membuat karakter anak tertentu.

Outbound memiliki manfaat yang cukup banyak untuk anak usia sekolah. Dengan melakukan aktivitas ini mereka tidak hanya akan menikmati kegiatan yang seru, tapi juga beberapa hal di bawah ini.

  1. Lebih Menghargai Alam

Bukan rahasia lagi kalau seiring dengan berjalannya waktu, alam Indonesia mulai mengalami kerusakan yang parah. Penebangan hutan, kebakaran, hingga pencemaran membuat alam jadi kacau. Dengan melakukan kegiatan outbound ini anak akan diajarkan bagaimana lebih menghargai alam dan seisinya dengan baik. Mereka juga akan belajar bagaimana menjaganya dengan baik.

Outbound selalu diadakan di kawasan yang menyatu dengan alam. Jadi, selain membentuk karakter anak dalam hal dunia sosial, mereka juga harus diajarkan bagaimana cara mencintai ciptaan Tuhan. Kelak saat sudah kembali ke sekolah dan rumah mereka akan memiliki kesadaran itu, misal dengan tidak membuang sampah sembarangan

2. Anak Lebih Mandiri

Kemandirian adalah salah satu karakter yang wajib dimiliki oleh anak-anak. Dengan kemandirian yang tinggi, mereka akan terbiasa melakukan apa pun tanpa bantuan. Anak akan terbiasa menyelesaikan masalahnya sendiri dan akan terbiasa hingga terbawa saat mereka nantinya pulang ke rumah dan kembali ke sekolah.

Selama ini anak jarang sekali diajarkan kemandirian apalagi di rumah. Apa saja akan bergantung dengan orang tua. Saat melakukan aktivitas outbound sekolah, mereka mau tidak mau harus menjadi mandiri dan menyelesaikan semua kewajibannya sendiri tanpa bantuan.

3. Menumbuhkan Rasa Peduli

Pada dasarnya anak memang memiliki ego yang tinggi. Mau tidak mau apa yang diinginkan harus tercapai. Hal ini sebenarnya wajar, meski saat sudah dewasa anak tidak bisa melakukannya lagi. Mereka tidak boleh memikirkan dirinya sendiri lagi. Apalagi kalau sudah berada di dalam sebuah kelompok.

Dengan melakukan kegiatan outbound, anak akan terbiasa untuk peduli dengan sesama. Misal dengan teman satu kelompoknya sehingga kerja sama bisa berjalan dengan lancar. Kelak saat sudah kembali ke sekolah, anak juga lebih peduli dengan orang di sekitarnya. Karakter ini akan membuat anak menjadi pribadi yang baik.

4. Anak Terpacu untuk Kreatif

Melakukan kegiatan outbound akan memacu anak untuk menjadi kreatif. Ada banyak kegiatan di acara ini yang membuat anak jadi bisa melakukan apa pun termasuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi. Lambat laun anak akan menjadi kreatif dengan sendirinya dan terbawa sampai kembali ke sekolah.

Karakter kreatif ini membuat anak bisa bertahan dengan kehidupan sekolahnya. Kalau hal ini terus dikembangkan, kelak di masa depan, anak akan lebih mampu menghadapi dunia kerja dan kehidupan dewasanya dengan sempurna. Karakter kreatif yang mampu memecahkan masalah akan membantu dirinya untuk hidup lebih baik

5.Menjadi Lebih Disiplin dan Tanggung Jawab

Saat berada di rumah, anak biasanya malas dan tidak memiliki rasa disiplin tinggi. Misal mandi di pagi hari harus dipaksa, dibangunkan, dan segala drama pagi hari lainnya. Hal ini tentu menurunkan rasa tanggung jawab mereka terhadap dirinya sendiri.

Saat mengikuti outbound, anak akan terbiasa bangun dengan sendirinya. Menyiapkan apa pun seorang diri hingga akhirnya terbiasa mandiri dan bertanggung jawab dengan dirinya sendiri.

6.Menumbuhkan Sifat Kepemimpinan

Salah satu fungsi dari kegiatan outbound adalah character building. Nah, karakter yang paling sering dibangun dalam kegiatan ini adalah menumbuhkan jiwa kepemimpinan atau leadership. Beberapa permainan dalam kegiatan outbound harus dilakukan secara berkelompok dan di dalamnya ada pemimpin dan juga anggota. Mau tidak mau harus ada pemimpin yang terbentuk.

Dalam kegiatan lagi biasanya pemimpin akan diganti. Jadi semua orang bisa merasakan leadership sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan kemampuan memimpin ini akan tahu bagaimana susahnya menjadi pemimpin sehingga mereka akan siap jika diminta. Selain itu mereka juga tahu bagaimana bersikap pada pemimpin agar kelompok yang dimiliki tidak terjadi perselisihan atau sejenisnya.

7.Terhindar dari Kecanduan Gadget

Kemajuan teknologi memang sangat memudahkan banyak hal termasuk untuk anak. Namun, banyak hal negatif dari gadget yang membuat anak akhirnya kecanduan. Kalau sudah memegang ponsel atau laptop mereka jadi malas belajar. Apalagi kalau anak sampai kecanduan game online. Waktunya akan habis dengan gadget dan waktu belajar jadi habis.

Dengan melakukan kegiatan outbound, anak akan terbiasa tidak menggunakan ponsel dan gadget yang lain. Selama di tempat outbound mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama-sama dengan temannya. Dengan membiasakan anak tidak terlalu lengket dengan ponselnya, kemungkinan terjadi kecanduan akan kecil. Anak akan lebih suka berkomunikasi dengan teman secara langsung daripada asyik dengan dirinya sendiri.

8. Melatih Komunikasi

Dalam kerja sama apa yang paling dibutuhkan oleh anak? Ya, benar sekali, komunikasi yang baik. Kalau komunikasi yang baik tidak bisa dilakukan, anak tidak akan bisa melakukan kerja sama. Kegiatan outbound akan membuat anak mampu berkomunikasi dengan baik dan bisa dimengerti dengan sempurna oleh teman satu kelompoknya.

Selama ini anak-anak hanya tahu bagaimana cara belajar dan mendapat nilai yang baik. Namun, mereka tidak tahu bagaimana cara melakukan komunikasi yang baik. Dalam dunia nyata setelah sekolah usai, komunikasi adalah sesuatu yang sangat penting dan dibutuhkan sewaktu-waktu.

9. Membiasakan Kerja Sama

Menjadi mandiri memang harus ditekankan pada anak. Namun, menjalin kerja sama dengan orang lain juga bukan kesalahan. Pada dasarnya anak juga makhluk sosial yang harus menjalin kerja sama dengan banyak orang. Dengan kerja sama ini anak bisa melakukan berbagai hal dengan cepat dan telat.

Dalam kegiatan outbound ada banyak sekali permainan yang mementingkan kerja sama. Tanpa kerja sama yang baik, permainan tidak akan bisa selesai dengan baik. Bahkan bisa menjadi kacau sejak awal.

Saat sekolah kadang anak sudah memiliki kelompok tertentu. Nah, saat kegiatan outbound. Kelompok akan dibagi-bagi lagi menjadi lebih acak sehingga anak bisa bekerja sama dengan banyak orang

10. Melatih Rasa Percaya Diri

Rasa percaya diri adalah sesuatu yang langka dimiliki oleh anak-anak. Bahkan, saking langkanya, anak selalu malu dan takut kalau diminta melakukan sesuatu. Saat kegiatan outbound sekolah dilakukan anak akan banyak diminta mewakili timnya untuk melakukan permainan edukasi. Mau tidak mau mereka harus berani dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Dengan membiasakan anak memiliki rasa percaya diri yang tinggi, mereka tidak akan pernah takut lagi. Misal saat kembali ke sekolah anak jadi lebih berani saat diminta maju ke depan kelas atau sejenisnya. Rasa percaya diri ini juga akan melekat dengan karakternya dan membuat mereka bisa sukses di masa depan

CP : 081319412518 

Outbound Sekolah Dasar, Outbound Sekolah Dasar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Need Help? Chat with us